Category: Essay

Essay, because I need some space to expel this overflowing thoughts in a structured manner. Sometimes I hear voices, ‘they’ order me to write these things. (Hash tag: Borderline Schizophrenic)

Pemikiran: Feminisme dan Perempuan dalam Dunia Kerja

Sebenarnya ini adalah tulisan yang saya buat untuk dimuat dalam sebuah artikel di majalah indie Zine: Slavemade, edisi Mayday. Artikel ini isinya cuma sekedar pemikiran dan pendapat pribadi terkait masalah feminisme dalam konteks keadaan perempuan dan kesempatan kerja. Tulisan ini kemungkinan akan saya perluas lagi, suatu hari nanti. Kalo ada salah-salah, mohon dimaafkan. Semoga bisa menjadi manfaat. Kalo enggak, silahkan diabaikan saja 🙂… Read more →

Kebebasan Berpendapat dan Cyberbullying

Hakikat kebebasan manusia dalam eksistensinya.     Kalo kita ngomongin soal kebebasan secara general, kita mesti kembali lagi pada hakikat kita sebagai manusia. Being and becoming. Menurut pemikiran eksistensialisme Sartre, manusia sejatinya menemukan dirinya sendiri (eksistensi), lalu menjadikan dirinya sendiri sebagai sesuatu (esensi). Dalam pencarian esensi inilah manusia memiliki kebebasan absolut dan free will. Masing-masing individu bebas menjadi apapun yang… Read more →

Gender, cinta, dan seksualitas

Tergelitik banget buat nulis ini karena pagi ini, terpancing oleh sebuah conversation antar laki-laki di twitter, tentang pegawai-pegawai perempuan di salah satu Bank yang menurut mereka tidak semenarik di Bank yang lainnya. Gue jadi tersulut emosi ketika melihat hal yang sangat superficial kaya begitu. Gue seketika ngamuk dan bilang “hey.. ke bank ngurusin duit kan, bukan ngurusin birahi. Hargai profesionalitas… Read more →

Tentang Restorasi, Identitas, Sampai Humaniora

  Siang ini gue ketika gue lagi iseng browsing, gue nemu link video yang sangat menarik, yaitu wawancara dengan bule yang restorasi film Tiga Dara (1956). Film jadul ini direstorasi jadi super kece, bahkan kualitasnya secara sinematografis jadi lebih keren dari aslinya. Bayangin, dari celluloid jadul yang udah rusak dan sangat sensitif mereka bisa bikin film lama jadi bisa dinikmati… Read more →

Filosofi Pulpen

    Apa kalian inget pertama kalinya kalian gunain pulpen untuk nulis? Mungkin saat kita masih sangat kecil, sekedar dipinjamkan oleh orang tua atau kakak kita untuk mencoret-coret iseng sembarangan di atas kertas. Pastinya itu gak bias diitung jadi pertama mengingat yang kalian tulis itu bukan tulisan melainkan coret-coretan gak ada arti. Gue inget pertama kali gue nulis pake pulpen… Read more →